Chapter Text
SMA Kamino, sebuah sekolah dimana murid-muridnya sangatlah..... Wow!
Gimana nggak heboh? Murid-muridnya saja kelakuannya banyak yang nggak bener.
Contohnya ketika....
"Baiklah, murid-muridku yang saya kampreti."
"Njir, Pak Krell kalo ngomong biasa saja kali. Nggak usah pake nyumpahin segala," batin Fives.
"Untung aku sabar, kalau nggak, SPP sekolah nggak bakal aku bayarin," batin Cutup.
"Guru kayak gini kok dibolehin ngajar sih?" batin Jesse.
"Gimana Pak Krell nggak dimusuhi sama murid satu sekolah kalau murid-muridnya dikatai kampret?" batin Waxer.
"Saya ingin mengatakan kalau setelah jam istirahat, kalian akan ulangan matematika!" seru Pong Krell.
Sontak saja seisi kelas langsung panik, bahkan yang tadinya lagi menikmati alam mimpi alias ketiduran di kelas, langsung melek.
Pas jam istirahat.
Tup sedang kalap menghapal rumus, Hardcase teriak-teriak di halaman sekolah saking paniknya dan Hevy yang sedang membenturkan kepalanya ke tembok.
"Njir, Hevy. Lu mau masuk RS ya?" ledek Droidbait.
"Gila ya! Lagi ulangan dadakan malah masuk RS!" balas Hevy.
"Makanya jangan benturin kepala ke tembok," kata Echo.
"Terserahlah." Hevy pun melanjutkan membenturkan kepalanya ke tembok. Katanya biar ilmunya bisa masuk, tapi keknya nggak mungkin deh.
Jesse sama Cutup lagi nangis di pojokan. Soalnya mereka berdua yang sering dapat nilai merah kalau soal ulangan matematika.
"Mampus gue. Nilai MTK selalu jeblok," tangis Jesse.
"Mampus gue. Mana gue nggak hapal rumus lagi," tangis Cutup.
Terdengar suara bel tanda masuk disertai suara Pong Krell yang menggelegar.
"Kepada murid-murid kelas X A, dimohon untuk segera memasuki kelas karena ulangan matematika akan segera dimulai!"
"TIDAAAAAAAAAAAAKKKKKKK!"
"AKU MASIH BELUM HAPAL!" -Tup
"MATI AKU!!!!!!" -Jesse dan Cutup
"HUWEEEEEE!!!!" -Hardcase
"Moga-moga nggak ketahuan kalau bawa contekan." -Fives
"......." -Hevy sekarang lagi sakit kepala gara-gara benturin kepala ke tembok.
"Pasrah ajalah." -Droidbait
Doakan saja semoga mereka bisa bertahan dari ulangan matematika yang mematikan itu.
