Actions

Work Header

Kerjaan Jamie

Summary:

Salam seperTONES-an! ✊🏻✊🏻

Notes:

Kembali lagi dengan sayahahahahah, gatau nulis apa lagi kali ini XD

PURE FICTION, DON'T BRING IT IN REAL LIFE!

James as Jamie (25)
Anton as Milton (26)

Tolong diperhatikan tagsnya ya, if isn't your taste kindly leave from here! :)

Work Text:

Gemerlap indah city light menemani sosok lelaki yang kini berendam di bathtub mewah berisi air seputih susu dengan aroma mawar yang semerbak, lilin aromaterapi dan penerangan yang redup menambah kesan menenangkan pada kegiatan favorit Jamie. Hari ini ia telah melewati seharian penuh dengan pilates pada pagi hari, disambung dengan brunch cantik dengan harga yang melejit, hingga kelas baking yang direkomendasikan oleh pacarnya pada sore hari. Sengaja ia kosongkan jadwal siangnya untuk beristirahat, agar tubuh dan produksi kolagennya meningkat, sehingga ia tetap memiliki kulit yang sehat.

Ia menggapai ponselnya untuk mengecek jam yang menunjukkan pukul 7 lebih 20 menit yang artinya sebentar lagi Milton akan tiba. Dalam tiga tahun terakhir, ia hidup bak trophy wife yang kesehariannya mengikuti berbagai macam kelas dan bersosialita layaknya kelas atas. Milton lah yang memfasilitasi semua itu, Jamie bahkan tak diperbolehkan bekerja, namun tetap diberi kepercayaan untuk mengelola sebuah toko bunga kecil di tengah kota.

Duh enaknya jadi orang kaya, beli apa juga bisa
Pergi kemana saja bisa
Bisa kaya ngga kita ya?
(Bisa kaya ngga kita, ya?)
Bisa, pasti bisa
Asal kita rajin bekerja

Begitu kata lirik lagu Andai Aku Jadi kaya by Joshua Suherman sih

Tapi Jamie ngga rajin kerja bisa kaya tuh?

Lah kata siapa ngga rajin kerja?

Jamie juga rajin kerja, soalnya kerjanya enak.

Seperti saat ini, tepat setelah kegiatan berendam tadi, Jamie masih memakai bathrobe mahalnya, meski belum sempat berpakaian, namun pacarnya sudah meminta dirinya untuk bekerja

Jamie berlutut, dihadapkan dengan gundukan pada celana bahan hitam yang masih terlihat rapih, bahkan setelah pulang bekerja.

Milton menarik dagu Jamie agar menengadah dan berhenti menatap kejantanannya. Ia lumat bibir kecil Jamie tanpa menutup matanya, ingin melihat si cantik dengan jarak paling dekat, hidungnya dan hidung si cantik saling menggesek, Jamie masih setia memejamkan matanya, Milton usap rahang pacarnya yang tegas namun tetap terlihat cantik.

Jamie tempatkan tangannya di pusat tubuh sang pacar yang sedari tadi membuatnya gagal fokus, dielusnya dadi luar benda keras itu, lalu ia memutus ciumannya dengan Milton.

Bibirnya ia arahkan untuk menggigit ujung resleting celana yang lebih tua, menariknya turun, tangannya melepas kaitan kancing atasnya, sehingga kini terpampang boxer hitam yang dikenakan Milton. Jamie mendekatkan hidungnya untuk menghidu bau maskulin langsung dari pusatnya, ia gesek kanan kiri hidung mancungnya untuk menggoda sang pacar, yang dihadiahi desisan panjang. Jamie suka ngeliat ekspresi keenakan pacar besarnya

Boxer dan celana yang Milton kenakan kini sudah tanggal, kemejanya ia gulung sampai siku, dengan seluruh kancing terbuka, padahal AC cassette nya masih berfungsi dengan baik, namun entah kenapa makin kesini kok makin panas, ya?

Jamie kecup kejantanan Milton yang belum sepenuhnya menegang, entah keberapa kali Jamie melihat itu, namun tetap saja dirinya menganga. Bolehkah seseorang bisa semantap ini? Udah ganteng, sugih (kaya), mainnya jago, kontolnya gede lagi, makin kecintaan aja deh dirinya. 

Jamie kumpulkan salivanya untuk ia meludah pada kejantanan yang masih kering itu anget banget anjing gitu batin Milton

Ia biarkan pacarnya bermain-main di bawah sana, menjilat semua bagian selatan Milton sampai kedua bijinya pun Jamie emutin. Gila, nakal banget, pengen Milton pake sampe nangis-nangis malem ini

Jamie masih setia menjilati uretra pacarnya, menggoda lubang kecil itu dengan lidahnya yang lihai. Milton mendesah tertahan, kini Jamie mulai memasukkan ujung kepala kontol Milton yang memerah untuk ia hisap, ia putar lagi lidahnya sebelum benar-benar menelan. Milton menggeram rendah, kepala Jamie ia seret untuk lebih dekat lagi, agar kejantanannya masuk lebih dalam.


"Deep throat bisa ya, hun?" tanyanya sambil menggerakkan kepala Jamie kedepan ke belakang, sang empunya menjawab dengan geraman, yang mana itu membuat selatan Milton bergetar di dalam oral Jamie. Dan yap mentok, hidung Jamie menempel pada bulu pubis Milton, gag reflex pacarnya nih emang bagus, makannya Jamie tak banyak bereaksi.

Jamie lirikkan matanya ke atas untuk melihat ekspresi Milton yang lagi keenakan. Lehernya kini menampilkan urat-urat tipis, bibir tebalnya mengaga dan mengeluarkan desahan halus. Pacarnya HOT parahhh

Milton tarik kejantanannya, karena sungguh ia hampir bucat kalau saja kegiatan tadi tidak segera disudahi. Kini Jamie digendong ala koala sambil berciuman menuju kamar utama penthouse-nya. 

Tubuh ramping itu ia rebahkan asal, bathrobe Jamie sudah jatuh saat berjalan tadi, jadilah kini si cantik telanjang bulat dengan Milton yang masih setia mengenakan kemeja lusuhnya.

Tatapan penuh gairah dan penuh puja Milton membuat dirinya berkali-kali lipat merasa percaya diri, kali ini Jamie lebarkan kedua kakinya, ia pertontonkan lubang cantik yang sudah meler sedari tadi

Milton pusing, Milton mupeng.

Ia lumat lagi bibir Jamie, tangannya disibukkan dengan meremas dan menggaruk puting Jamie dengan ujung kukunya. Lelaki cantik itu menggeliat kegelian, dadanya ia busungkan untuk meminta diperlakukan lebih


"Kenyotin nhh nenen aku bei, gateellll" Milton bukan orang kuat, Milton bukan juga orang lemah, ia dengan senang hati mengabulkannya.

Puting satunya Jamie mainkan sendiri dengan jari, namun segera ditepis oleh pacarnya, Milton tidak suka jika ia mengerjakan hal seperti ini sendiri, semuanya biar Milton yang kerja, Jamie jadi pillow princess saja. Yang lebih besar memilin puting satunya menggantikan jari Jamie, ia cubit cubit kecil sembari yang satunya ia gigit sedikit kencang

"Hnghhhhh—baobeiii..... jangan shh digigithh" pintanya pada Milton untuk menyudahi kegiatan usil itu, namun pacarnya tak menurut. Ia dengan pipi kempotnya yang mengisap kuat susu Jamie, tangan satunya dibawa turun, mengelus pelan perut ramping si paling cantik

Lalu ia lebih jauh, mengusap vagina meler yang sedari tadi tak henti mengeluarkan lendir. kegiatan menyusunya ia hentikan

"Becek banget memeknya hun. masi bisa dipake ga ini?" tanya Milton dengan suara rendahnya.

Bacot jink batin Jamie, kenapa sih Milton suka basa basi di saat kaya gini? Biasanya diem diem bae

Tapi jujur perkataan pacarnya tadi bikin Jamie makin sange, makin deras lah lendir di memeknya mengocor

"B-bisa beii, memeknya mau dipake, mau dienakin pleaseee" pintanya sambil menggapai tangan Milton yang masih di pusat tubuhnya

Pacarnya jelas tau kalo Jamie bakal lebih terangsang ketika dirinya ngomong jorok atau ngomong kasar, makannya Milton pancing terus sampe mampus.

Kedua labia memek Jamie ia lebarkan dengan jari telunjuk dan jari manisnya, jari tengah Milton digunakan untuk menggoda benda sebesar biji kacang yang terletak tepat di atas lubang Jamie. Dan benar saja, lelaki cantik itu menggeliat heboh, padahal belum diapa apain juga.

Milton tundukkan wajahnya agar sejajar dengan vagina Jamie, ia hirup pusat tubuh si cantik sebelum mengecup labia kanan kirinya, ia jilat dari bawah ke atas, menggoda klitoris Jamie yang mengeras, ia ulangi berkali kali hingga sang empunya tubuh menggelinjang geli, meremas-remas rambutnya. Paha Jamie menjepit kepalanya pertanda pacar cantiknya menyukai kegiatan jilmek saat ini

Milton lesakkan satu jari saat mulutnya sibuk mengenyot itil Jamie seperti sedang menyusu. Desahan merdu pacarnya sungguh menghiasi ruang sunyi

"Aahhh—nhh bbeiii... enaakk.... m-mau pipisshh"
Sumpah, Milton emang paling jago ngenakin pacarnya. Sekarang sudah dua jari pacarnya yang lagi keluar masuk dengan gerakan menggunting, ditambah lagi kali ia tak hanya mengenyot itilnya, namun menggigit gigit kecil dan memutar lidahnya kaya lagi ciuman, sintingg. Pinggul ramping Jamie bergoyang kesana kemari, tak sanggup dengan perlakuan sang pacar yang mengerjainya gila-gilaan

"Pipis sayang, keluarin pipisnya hunn" titah Milton, kini yang lebih besar membantu keinginan pacarnya dengan menekan abdomen Jamie dan mengencangkan kocokannya pada memek pacarnya, ia tak mau kehilangan kesempatan melihat si cantik yang lagi keenakan, jadilah ia ganti lidahnya dengan ibu jari yang mengucek klitoris Jamie.

Mata cantiknya terpejam dengan alis terangkat, bibirnya terbuka mengeluarkan desahan yang semakin kuat, kedua tangannya meremas sprei hingga kusut, sungguh pemandangan indah bagi Milton, ia kecup lutut pacarnya, dan

"AHHHHH....PIPIISSS—PIPIISHH BEI, pipiiss banyaask—nhhh" pinggulnya terangkat hingga lepas tangan Milton dari kemaluannya, cairan bening mengalir deras dari lubang memeknya membasahi sprei putih yang baru kemarin diganti, bodoamat lah

Gila, enak banget anjingggg

Milton kecup dahi Jamie sayang, membiarkan pacarnya beristirahat sebentar sebelum ia bikin.... hamil?

Jamie menerima sodoran air putih yang diberikan Milton, agar tidak dehidrasi katanya.
(agar pipisnya lebih banyak juga sih)

Saat Jamie sudah lebih tenang, Milton kembali mengukung si cantik di bawah kendalinya, ia lumat bibir seksi pacarnya sedikit buru-buru, masalahnya ia juga ngaceng hebat dan belum tertuntaskan sama sekali.

Jamie jujur aja kembali terangsang saat ngeliat pacarnya ngocok kontolnya sendiri, ia dorong tubuh kekar pacarnya agar terlentang, ingin dirinya yang memimpin kali ini.

Jamie duduk di atas permukaan perut sixpack Milton, ia gesekkan kemaluannya yang masih sensitif dan mendesah desah sendiri, beneran nakal. Milton jadikan salah satu lengannya sebagai bantal, satu lagi ia gunakan untuk menggaruk dan mencubit puting Jamie yang membuat si cantik belingsatan.

"Nhnhhh—bbaobeiii mauu...." desahnya sambil memaju mundurkan tubuhnya, memainkan kedua puting Milton


"Mau apa hunn? coba bilang" titahnya lagi


"Mau dikontolinn, mau pipis enak lagiii" matanya berkaca kaca mencari friksi kenikmatan pada six pack pacarnya

Milton tersenyum bangga, pacarnya memang penggoda handal, ia dorong tubuh yang lebih ramping agar mundur ke belakang, tepat di atas pusat tubuhnya. Jamie yang mengerti kini menaikkan tubuhnya agar jongkok, supaya penis besar pacarnya dapat melesak pada lubang kemaluannya.

Milton sengaja menggoda, tak langsung memasukkan penisnya ke vagina becek Jamie, namun ia tepuk tepukan dulu kepala penisnya pada bibir memek si cantik,

"Beeiii tolonhnggg masukinn, udah gatel banget shhh" racaunya yang dikabulkan segera oleh Milton, ia berteriak tertahan, lehernya mendongak, matanya memejam, tak pernah terbiasa dengan ukuran penis jumbo pacarnya, ia bergidik, jujur ngilu saat memeknya seperti dirobek paksa.

Milton mendesis bangga, kini tangannya mengelus pinggang kekasihnya menenangkan

"Shhhh sempit banget memek cantiknya hunn" pujinya, yang dipuji kini menaik turunkan tubuhnya, menjengkuh dada bidang Milton, ia loncat-loncat di atas penis besar pacarnya bak pelacur yang haus akan kenikmatan


"Aahhh m-mentokk beiii..... shhh dalemm, dalemm bangeett" racaunya lagi, ia putar pinggang rampingnya dengan gerakan mengulek, pacarnya merem melek dengan mulut menganga keenakan, ekspresi yang paling Jamie sukai.


"Hunnhhh kempotin lagii bisaa?" Jamie menyanggupinya, ia kencang-kendurkan memeknya sembari terus mengulek pinggang ramping itu, Milton arahkan tangan si cantik agar mencekik lehernya.

Kini giliran Milton, ia tahan pinggang ramping Jamie lalu menggenjotnya kencang dari bawah
"AHHHH BEIII, BEEIIII GODD SHHH FUCKKK, ENAAKK, OOHH PAPIIIII" Jamie tak bisa menahan untuk tidak teriak, air mata kenikmatannya jatuh begitu saja, cekikannya pada leher Milton mengendur, ia menunduk untuk memainkan bibir tebal pacarnya, meminta Milton untuk membuka mulut yang tentu saja dikabulkan, apa sih yang ngga buat si cantik yang lagi ngempotin memeknya ini?

Jamie meludah pada mulut Milton, lalu memasukkan ibu jarinya, dengan senang hati Milton itu menelan pemberian kekasihnya dan kini mengulum jari Jamie.

Saat ini si cantik lah yang mengambil kendali lagi, Jamie menaik turunkan tubuhnya, mendesah desah indah. Milton ingin melihat Jamie lebih gila lagi, jadi ia bawa jemarinya untuk menyapa itil si cantik yang mengintip malu di sela labianya yang melebar karena diisi kontolnya.


"Beii..... nhhh itilnyaa— JANGANNHH, ITIILL AKUU JANGANN DIKOBELINNN AAHHH huhuuu" Jamie merengek, sumpah enak, enak, enak. Itu doang yang ada di kepalanya, ia jadi tolol mendadak, Milton bukannya berhenti malah makin jadi mainin itilnya

Katanya jangan, tapi desahannya mengalun kencang hampir berteriak "Suka cantikkk itilnya dimainin huhh??" tak mendapat jawaban apapun, tapi pekikan dan desahan Jamie yang terdengar

"Jawab perek, mulutnya jangan dibuat desah doang" ujarnya sembari mencubit kelentit Jamie gemas, makin makin lah Jamie

"Shh-sukaaa, itilnyaahhh dicubittt beiii, mhhh mau pipiss lagiii" tangannya kini memainkan putingnya sendiri, sudah Milton katakan berkali-kali, ia tidak suka saat Jamie menyentuh dirinya sendiri saat bersamanya, tapi dasarnya lonte emang ngga pernah merasa cukup.

Ia menginterupsi kegiatan menggenjot yang dilakukan kekasihnya, Milton dorong tubuh yang lebih kecil agar lepas dari kemaluannya. Jamie memberi tatapan tak terima, masalahnya ia hampir klimaks anjinggg. 

"Nungging perek" titah Milton sambil mengocok penisnya lagi, Jamie jelas menurut kalau masih mau dienakin, jujur dia takut saat pandangan pacarnya menggelap

Ia membelakangi yang lebih besar, meninggikan pantat ingin disentuh lagi, Milton gesek gesek dulu sebelum benar benar masuk, pacarnya emang langsing, tapi kok bisa memeknya tembem gini? Ya mungkin hasil dari berbagai kelas olahraga dan gaya hidupnya, atau emang dia ditakdirkan sempurna? Milton kesampingkan dulu lah pujaan untuk kekasihnya, kontolnya sudah tak sabar untuk dienakin lagi.

Tanpa basa basi, ia cobloskan penis besarnya pada vagina Jamie yang udah benyek, bener bener licin. 

"Oohhhh nggg papiiii" rengek si kecil, ia menarik leher Milton, meminta untuk dicium. Milton memacu pinggulnya kencang, memperdalam hujaman kontolnya pada lubang si cantik. Ia menggeram merasakan seberapa dalam yang ia capai, Jamie menangis lagi.

"Papiii ahhhh huhuuu memekk nghh memek Jamie rusakk, udahh rusakkk hnggg" sumpah gemes banget, jadi Milton tambah kencengin rojokannya, ia posisikan kedua tangan Jamie ke belakang tubuhnya untuk ia genggam, habislah si cantik malam ini, hamil hamil

Suara tepukan antar kulit mendominasi seluruh ruangan, ditambah suara becek dari memek Jamie yang bikin tambah panas suasana, desahan keduanya mengalun, yang mendesah sih hanya Milton saja, Jamie mah udah teriak teriak keenakan

"Papii mau nnghh mau pipiss lagii ahhh pleasee pleasee" ujar Jamie putus asa karena sebelumnya ia tidak jadi bucat

"Bareng sayang, sabar yaaa" jawab Milton sembari mengulum telinga pacarnya, ia lepaskan tangan Jamie yang semula digenggam agar mampu menahan tubuhnya sendiri, Milton bawa tangannya ke arah memek Jamie untuk ia permainkan lagi dengan membuat huruf V, menggesekkan dua jarinya pada labia Jamie yang merekah karena memakan kontolnya

"Itiill— nghhh papiiii, mau dimainin itilnyaahh, AH papiiii pleasee??" ia memohon seperti jablay

Milton ga waras dengernya, pacar nakalnya ini emang dah. Jari telunjuknya ia gunakan untuk menggaruk itil tegang Jamie cepat, sesekali membuat gerakan memutar. Kontolnya masih keluar masuk lubang si cantik tanpa jeda, ia mendesah keenakan, Jamie makin mengempotkan lubang memeknya pertanda sebentar lagi ia akan keluar, kontol Milton berasa dipijit dan diperas sejadi jadinya

"Aahhhhh hunnn, ngentottt! memeknya ngempot banget anjingg" geram Milton frustasi "Sayangg ohh mau keluar sayaanggg" sambungnya lagi.

Sumpah Jamie sudah tak mampu menopang tubuhnya sendiri, jadilah Milton peluk dirinya dari belakang dengan satu tangan yang masih menggaruk itilnya kasar, kalau saja bisa Milton lihat, sekarang bola mata hitam Jamie tinggal setengah, sisa putih mendominasi, lidahnya menjulur, salivanya kemana mana, rojokan Milton menggila 

"PAPIIII AAHHHH PIPISS, PIPISNYAA MAU KELUARR HNGHHH GA KUAT PAPIIIII.... aahhhh

Jamie mengejan kuat, pelepasannya tiba, air bening itu menyemprot kemana mana karena jari Milton yang masih memainkan itilnya. Pacarnya sama sekali tak memberikan jeda, malah mencubit itil Jamie yang masih sensitif berkali kali, gila ya??? 

"Beiii udahh, beiii nghhh bocorrr memek akuu bocor" tak lama lagi, Milton mentokkan kontolnya hingga ke pintu rahim Jamie, sang empunya bergidik ngeri mengingat betama dalamnya sang pacar masuk

"Shhh hamill ya kamuu, aku hamilinn mau ya??" pertanyaan retoris, karena Jamie pasti menyetujuinya.

Saat ini Milton memutar pinggulnya, mengulek memek Jamie sebelum menyemprotkan sperma yang membuat perutnya kenyang tolol

Keduanya terengah, Milton arahkan leher pacarnya agar dapat ia cumbu dengan posisi penisnya yang masih menancap, saat Milton dorong tubuhnya untuk menungging lagi, Jamie sudah tak mampu, ia biarkan dada dan wajahnya menyentuh kasur dengan posisi pantat yang masih menungging. Milton tarik kejantanannya dari lubang si cantik yang ngowoh. 

Ia pandangi hasil kerja kerasnya, Jamie yang setengah menungging dengan kondisi teler abis, ditambah memeknya yang memerah basah bekas persatuan mereka.

Milton berikan jilatan panjang pada memek Jamie, lalu ia sedot lagi itilnya, Milton terverifikasi itilholic sih sepertinya, karena lucu aja bentukannya kecil imut tapi efeknya luar biasa besar terutama bagi kepuasan kekasihnya. 

"Baobeii nhhh aku udah ga sanggup" keluhnya, jujur Jamie udah lemes banget, kalo dilanjut ia bisa pingsan

"Bisaa sayang, pipis sekali lagi bisa ya?" wah orang gila, orang gila. Jamie tak menjawab, namun ia mendesah begitu Milton jilatin memeknya lagi, posisi Jamie ia balik jadi terlentang, agar lebih mudah untuk mengakses tubuh si cantik. 

Ia jilat bekas persetubuhan mereka, cairan putihnya dan cairan pipis Jamie yang bercampur ia sapu habis dengan lidah, seksi banget Jamie liat dari atas, ia jadi mau nangis lagi. Milton lesakkan lagi lidahnya ke dalam lubang hangat sang kekasih, hidungnya menabrak itil Jamie yang terlampau sensitif, malah sengaja ia gesekkan lebih keras

Tangannya tak dibiarkan menganggur, ia remas dada Jamie yang kini membusung karena perlakuannya.

"Pengen pipisss lagi beii, awasss nghhh" Jamie berusaha menjauhkan kepala Milton yang masih asik bergerilya di sana.

Ia hentikan sebentar kegiatannya "Pipis yang banyak sayang, pipisin akunya" begitu kata Milton, Jamie menggeleng heboh, dia masih berusaha menjauhkan kepala Milton, malu lah masa muka ganteng pacarnya dipipisin sih?

Tapi karena sekarang Milton menggigit gigit kecil itilnya, tumpahlah semua pertahanan Jamie, raib entah kemana rasa malunya, ia semprotkan cairan bening itu ke mulut sang pacar yang gilanya langsung diteguk seperti meminum air biasa

Jamie is out, udah ga berfungsi lagi semua inderanya, ngantuk banget, capek banget. Tapi ia masih sadar saat Milton menggendongnya ke kamar sebelah dan membersihkan dirinya.